PADANG, Amanatnews.com — Ketua DPW PAN Sumatera Barat sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi XIII, H. Arisal Azis, melontarkan penegasan keras soal komitmen pengabdian kepada rakyat yang menurutnya tidak boleh tunduk pada situasi, tekanan, maupun kepentingan sesaat.
Di tengah realitas sosial yang belum sepenuhnya pulih dan berbagai persoalan kesejahteraan yang dinilai belum optimal tertangani, H. Arisal Azis menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat bukan pilihan, melainkan kewajiban yang tidak bisa ditawar.
“Selama jiwa dan raga ini masih menyatu, komitmen membantu rakyat tidak akan terkikis oleh keadaan apa pun,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik tersirat terhadap praktik politik yang kerap melemah ketika berhadapan dengan tekanan kekuasaan maupun keterbatasan fiskal. Menurutnya, alasan klasik tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran atas lambannya respons terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi rakyat hari ini—mulai dari tekanan ekonomi hingga dampak situasi pascabencana—menuntut kehadiran nyata, bukan sekadar retorika.
“Rakyat tidak butuh janji yang ditunda. Mereka butuh tindakan yang dirasakan hari ini,” tegasnya.
H. Arisal Azis juga mengingatkan bahwa legitimasi politik akan kehilangan makna ketika tidak diiringi keberanian untuk tetap berpihak di saat kondisi sulit. Dalam pandangannya, komitmen sejati justru diuji ketika keadaan tidak berpihak.
Dengan sikap tersebut, H. Arisal Azis menempatkan dirinya pada garis tegas: bahwa politik harus kembali pada fungsi utamanya sebagai alat perjuangan rakyat, bukan sekadar arena kompromi kepentingan.
Di tengah meningkatnya ekspektasi publik, pernyataan ini menjadi penanda bahwa tekanan terhadap kinerja wakil rakyat akan terus menguat—dan komitmen, pada akhirnya, akan diuji oleh konsistensi tindakan di lapangan. (HGN)

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.